Rabu, 09 Maret 2011

UCY Peduli Batik


Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) melaksanakan Pelatihan Batik Asli Tradisional mulai hari senin, tgl 19 - 23 oktober 2009 yang diikuti dosen dan karyawan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) serta elemen masyarakat. Kegiatan yang merupakan bagian dari pengembangan Ekonomi Kreatif ini  bekerjasama dengan Balai Pelatihan Batik dan Kerajinan Dinas Perindustrian DIY.

Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah mensosialisasikan pentingnya mewarisi budaya tradisional Indonesia antara lain batik, kepada msyarakat luas dengan jalan meningkatkan kemampuan pembuatan batik dan kesadaran masyarakat untuk memakai dan mengakui Batik sesuai kriteria UNESCO sebagai satu-satunya budaya yang disebut batik.

Hari 02 Oktober  merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena Batik  telah menjadi suatu ciri khas Negara Indonesia yang menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia (World Heritage) yang dikukuhkan oleh UNESCO, yaitu Suatu representasi dari budaya tak benda warisan manusia.

UNESCO memberikan penghargaan dan menetapkan batik sebagai World Heritage berdasarkan proses pembuatannya, namun dewasa Ini terjadi kekurangan SDM yang mampu membatik tulis dan cap dengan baik. Hal ini antara lain karena pada tahun 1970-an berkembang batik printing/sablon yang bermotif batik yang tidak lagi mengunakan proses pembuatan batik.dan akhir-akhir ini juga muncul tektile bermotif batik yang di produksi RRC.

Industri printing dan sablon yang kian pesat empat dekade ini membuat usaha batik asli kian tergeser dan terpinggirkan. Hal tersebut membuat pengusaha batik asli dan pengrajin batik gulung tikar, dan tentu saja membuat banyaknya pengangguran di kalangan pengrajin  dan pengusaha batik sekaligus terdapat banyak alat dan perlengkapan batik yang sia-sia karena tidak digunakan lagi. Pada saat itu kebijakan pemerintah kurang melindungi pengusaha batik asli.

Dampak yang bisa dirasakan hingga kini, SDM yang bisa membatik dihitung dengan jari. Untuk itu kita berharap pemerintah membenahi Regulasi untuk menertibkan perusahaan printing yang membuat textile bermotif batik, karena proses produksi harus sesuai dengan ketentuan UNESCO agar memberi peluang pengusaha dan pengrajin batik mengembangkan usahanya. Perlindungan tersebut diharapkan akan mendorong pengrajin dan pengusaha batik asli untuk giat lagi memproduksi batik.

Pelatihan ini diharapkan memberikan umpan balik (feedback) antara UCY dengan dosen dan karyawan UCY, dan sekaligus sebagai inspirasi alternatif ekonomi kreatif bagi lulusan UCY. Dalam jangka Panjang bisa memberikan nilai lebih kepada masyarakat ekonomi menengah dan bawah.


Pada hari pertama pelatihan peserta dibekali dengan teori dan mengambar pada kertas pola. Hari kedua mengambar pada kain dan mencanting atau melukis dengan malam (lilin), dilanjutkan tahap coled dan fiksasi. Kemudian Hari Keempat dan kelima tahap pewarnaan  kembali dan pelorodan sekaligus evaluasi pelatihan.


Berita Terkait:
Pelatihan Membatik UCY
Pusat Studi Batik UCY
Batik Indonesia Beda dengan Malaysia dan China
Cokroaminoto Guru Pendiri Republik